03/07/2020
KOTA PRABUMULIH

Bank Mekar Masih Menagih,Masyarakat Resah

Lencanapublik.com PRABUMULIH Wabah virus Corona (Covid-19) yang sekarang menyerang wilayah kota Prabumulih mengakibatkan perekonomian masyarakat mengalami dampak, terutama pagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah(UMKM), dikota ini

Sesuai intruksi Presiden Joko Widodo mengatakan, sudah memerintahkan Oritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melonggarkan relaksasi kredit bagi pelaku (UMKM) di tengah nilai kredit di bawah 10 miliar rupiah. Hal itu dilakukan melihat situasi pelaku UMKM di tengah wabah Covid-19 atau Corona saat ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan beberapa stimulus keuangan untuk industri perbankan melalui penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 yang berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.

Tetapi ternyata dilapangan berbeda sehingga menimbulkan konflik Di masyarakat khususnya dikota prabumulih antara warga dengan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi(UMKMK) PNM Syariah MEKAR (Membina Ekonomi Keluarga sejahtera) yang merupakan anak usaha dari BUMN(Badan Usaha Milik Negara) Plat Merah.

“ibu yati Salah satu warga yang tinggal di kelurahan gunung ibul mengatakan ke awak media bahwa PNM Mekar tetap menagih tagian seperti biasa dan mengumpulkan keramaian melalui ketua kelompoknya masing masing padahal sudah ada kebijakan dari pak Jokowi dan Walikota Prabumulih tentang keringanan pembayaran cicilan untuk UMKM tetapi nyatanya di lapangan kegiatan tersebut masih bae pak terjadi, jadi kami warga kecik ni nak ngadu kemano nian,makan lagi saro laki dak begawe bukan dak galak bayar, tapi tau dewek keadaan sekarang nak keluar rumah lagi takut ucap yati.

Hal serupa juga dikatakan ibu nopri dikelurahan sukajadi tolong kami pak Walikota pak DPRD bantulah kami kalu pacak ditunda dulu penaggian utang dari bank mekar tu,”ucapnya.

Pihak PNM Mekar yang di wawancara media tidak mau memberikan jawaban terkait masalah yang terjadi di lapang dan ketika kami meminta pihak yang bisa memberikan jawaban untuk di konfirmasi mereka seakan menutupi nya, dan tidak mau memberikan nomor telepon yang bisa kita hubungi,Selasa,(21-04-2020).

Ladi Yansyah Ketua Umum LSM P3B(Pemuda Pribumi Prabumulih Bersatu) mengatakan bahwa pemerintah perlu membantu masyarakat dalam mediasi dengan bank mekar untuk mengambil jalan tengah dampak dari virus Corona salah satunya mempertimbangkan penundaan cicilan utang para pedagang kecil di bank,” katanya.

Ladi mengaku mendapatkan banyak sekali laporan dari warga berbagai daerah di Kota Prabumulih , bahwa efek dari Covid-19 sudah berdampak pada ekonomi keluarga, khususnya mereka yang menggantungkan nafkah dari jasa harian, atau pedagang kecil. Banyak di antara mereka yang meminjam uang ke bank sebagai modal usaha, yang diputar perhari.

Pinjaman uang di bank tersebut, katanya, digunakan sebagai modal beli peralatan untuk usaha, Iadi mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka mengeluh karena pendapatan berkurang drastis, atau bahkan tidak ada pendapatan dalam beberapa hari atau pekan terakhir. Sementara angsuran minggu dari KSM mekar terus berjalan tampa ada kebijakan yang lakukan untuk membantu kami yang terkena dampak Covid-19.

Maka atas Surat kuasa dari Masyarakat Prabumulih yang mempunyai pinjaman di PNM Mekar, saya atas nama Lembaga LSM P3B Prabumulih, Melayangkan Gugatan ke PNM Mekar atas tindakan nya melawan hukum dimana beliau tidak melaksanakan intruksi presiden, OJK dan himbauan Walikota Prabumulih.

Ladi mengatakan untuk lebih jelasnya tanyakan saja Kepada kuasa hukum saya Abi Samran SH and Partners,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *