03/07/2020
KOTA PRABUMULIH

Ironi’!Kenaikan Harga,Pasar kota Prabumulih Kian sepi.

Lencanapublik.com PRABUMULIH-Kenaikan harga bahan pokok tidak di imbangi dengan kenaikan harga komoditas yang ada di kota prabumulih, pedagang pasar prabumulih mengeluhkan kondisi perekonimian saat ini, menjelang bulan ramadhan omset penjualan mereka mulai mengalami penurunan, pasar yang biasanya sesak oleh para pembeli yang lalu lalang sepanjang lorong-lorong dan kios pasar, kini terlihat lengang dan sepi (Rabu12/02/2020).

Pantauan awak media beberapa pedagang terlihat hanya melamun karena tiadanya pembeli yang menawar barang dagangannya, sedang kan hari mulai beranjak siang.
Ada juga yang terlihat sibuk main hp, dan juga ngobrol sesama para pedagang, hal ini menjadi pemandangan yang hampir terlihat di sepanjang pasar inpres prabumulih

Seperti biasanya kalau menjelang ramadhan semua hargga bahan pokok akan melonjak naik, bahkan bukan saja naik malah ‘berganti harga’ istilah dari para pembeli  menggambarkan kenaikan harga yang tak sesuai dan menguras kantong itu.

Ngobrol dengan seorang pedagang pasar yang sudah puluhan tahun berjualan, team kami coba membuat survey dari bulan februari ini hingga ke April menjelang bulan puasa.

“Saat ini harga Ayam potong berkisar di 20rb/ kg, lumayan stabil walau ada kenaikan dari bulan lalu, tapi kita akan lihat dibulan maret mendatang harga tersebut bisa menjadi 30an / kg, bahkan bisa lebih,” kata pak ujang sambil merapikan dagangannya,

lanjut kata beliau lagi ” kalau harga bawang putih 60rb perkilonya, juga Cabe merah yang berada di harga 48 ribu, namun ya variatif juga, disini 48, nggak tau kalau disana”  ujarnya

” Harga yang mulai naik signifikan ini menuntut masyarakat agar lebih prihatin menjelang bulan puasa ramdhan dan idul fitri kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *