03/07/2020
KOTA PRABUMULIH

PSBB Kota Prabumulih,Dan New Normal Sisi Positif Penangan Covid 19

Lencanapublik.com PRABUMULIH Disatu sisi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan keterbatasannya berbagai aktivitas masyarakat termasuk kegiatan ekonomi.

Meskipun pelaksanaannya tidak semudah dipindahkan, namun sulit yang suka atau tidak dilakukan karena harus mencegah serta memutus mata rantai perbantahan Covid-19.

Nah dibalik sekelumit berbagai perihal yang membuat kondisi sulit, menurut Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya, dilain sisi ada hikmah yang bisa di petik dari penggunaan ini.

Hal ini merupakan persetujuan orang nomor satu di Pemerintahan Kota Prabumulih, dalam Konferensi pers Gugus Tugas COVID 19 kota Prabumulih. Di Ruang Rapat Letnan I Pemerintah Kota Prabumulih. Pelaksana Dinkes. Dihadiri Wako, Selasa (02/06/2020) pukul 13.30 WIB

“D i satu sisi kita mengam bil hikmah Dalam posisi dan kondisi sulit apapun kita harus membuat terobosan, dalam pelaksanaan PSBB ini, hal yang selama ini menjadi momok harus kita selesaikan bersama, ada dua hal sebelum PSBB ini yang belum pernah berhasil, pertama dihindari Kemacetan masalah Truk Truk besar yang melewati kota Prabumulih, tetapi dengan PSBB ini Alhamdulilah Perwako Prabumulih dua tahun lalu tentang masalah jalan Jend. Sudirman yang dilewati Truk besar teratasi, dengan PSBB bahkan tak hanya Truk besar, Truk kecil pun dak lagi lewat dalam Kota ”ujar Wako.

“Saya siang malam sore lewat, Jalan Prabumulih benar-benar lenggang, PSBB benar-benar membuktikan mestinya, jangankan truk mobil dari luar kota pun tidak bisa lewat kota Prabumulih, padahal sebelum sulitnya dapat kembali Perwako ini, berusaha, alhamdulilah dengan PSBB ini bisa terlaksana dengan sendirinya itu suatu keban ggaan bagi kita ”terang Wako Ridho Yahya.

“Berharap harapan kita sambil menyelam minum air, Corona kita atasi PSBB kita laksanakan, dengan harapan akan terjadi penurunan virus Corona, disisi lain Perwako dapat kita selesaikan dengan baik sesuai dengan permintaan khusus saya sebagai walikota Prabumulih di dalam hal untuk memudahkan keamanan dan kelancaran jalan di Kota Prabumulih ”Lanjut Ridho Yahya.

Yang berikutnya hal positif yang didapat dari PSBB adalah masalah yang paling utama di PTM, dengan melakukan relokasi pedagang ke Terminal Prabumulih Jalan Lingkar Talang Jimar.

“Dengan memilihnya lokasi berjualan pedagang Pasar ke Terminal Jalan Lingkar Alhamdulilah syukur, kesulitan mengatur ‘jaga jarak’ dapat dapat diatasi, kemudian penjual masalah dagangan dari pantai Prabumulih seperti ikan dan sayuran yang terkendala pada PSBB, dengan di tempatkan diterminal, ganti pakai pas tidak masuk Kota Prabumulih, cukup terminal di terminal, maksud dengan demikian terminal jadi difungsikan, protokol kesehatan juga dapat terlaksana kan.

Sementara itu, kata Walikota, pada pertemuan kedepan, program ini akan disetujui oleh pemerintah untuk mempromosikan pasar yang baru layaknya Pasar Induk yang ada di Kota Palembang.

“Dengan para agen dan pedagang pindah ke sana (terminal, red) harapan kita pindah para pedagang pengecer ini dapat juga pindah di terminal, dan fasilitas pun sudah kita persiapkan untuk memulai, pasar itu benar-benar diperbaiki dan aman, bebas retribusi, fasilitas penerangan disiapkan, MCK dan sebagainya akan terus dievaluasi, jadi kedepannya akan benar-benar terwujud menjadi pasar penyelenggaranya Prabumulih ”

Namun demikian kata Walikota hal tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang ada.

“Jika ini semua berjalan dengan baik sesuai dengan semua masyarakat, gunakan langkah-langkahnya, masalah kemacetan dapat kita atasi, terminal tergunakan 
masalah virus Corona dan tanggulangi” harap Walikota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *